Kata Mutiara Khalil Gibran Tentang Kehidupan
asslamualaikum,.....
seperti yang kita tau syair khalil gibran yang sejak dahulu hingga sekarang masi dikenal dan bahkan di lakukan oleh banyak orang, khalil gibran memang salah satu penyair dunia yang terkemuka dan tak hilang namanya walau sudah lama beliau wafat, dibawah ini ane menyajikan beberapa dari bnyaknya syair-sayair khalil, ok langsung di simak gan . :D :D :D
Aku mengagumi
orang yang membuka pikirannya kepadaku; aku hormati dia yang mengungkap impian
– impiannya. Tetapi kenapa aku tersipu, bahkan sedikit malu, di muka dia yang
melayaniku.”
Kasih
sayang dan kekerasan selalu berperang di hati manusia seperti malapetaka yang
berperang di langit malam yang pekat ini. tetapi kasih sayang selalu dapat
mengalahkan kekerasan. Karena ia adalah anugerap Tuhan Dan ketakutan –
ketakutan malam ini Akan berlalu dengan datangnya siang.”
“Kata
yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ”Ibu”, dan panggilan paling
indah adalah ”Ibuku”, ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan
baik yang keluar dari kedalaman hati.”
“Terus terang, tidak banyak orang dewasa yang
bisa melihat alam. Pencinta alam adalah dia yang perasaannya luar-dalam sungguh
sesuai satu sama lain,. yang telah memelihara semangat masa kecil bahkan sampai
memasuki era manusia biasa.”
“Alangkah buruknya kasih sayang yang
meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi
lainnya. Sesunguhnya jarak terbesar adalah yang terletak antara…..perbuatan dan
yang semata – mata hasrat….karena dalam keteringatan tidak ada yang dinamakan
jarak dan hanya dalam kelupaan terdapat teluk yang tidak bisa dijembatani baik
oleh suaramu maupun matamu.”
“Mereka
katakan jika orang memahami dirinya, dia memahami semua orang. Tetapi aku
katakan padamu, apabila orang mencintai seseorang, dia belajar sesuatu mengenal
dirinya sendiri.”
“Kecantikan bersinar lebih terang dalam hati
orang yang merindukannya.”
“Sebagian kita seperti tinta dan sebagian lagi
seperti kertas. Dan jika bukan karena hitamnya sebagian kita, sebagian kita
akan bisu. Dan jika bukan karena putihnya sebagian kita, sebagian kita akan
buta.”
“Pikiran kita bagai spons; hati kita sungai.
Bukankah aneh kebanyakan dari kita lebih senang mengisap bukannya mengalir?”
“Jika seseorang menertawaimu, kamu bisa
mengasihinya; tetapi jika kamu menertawainya kamu mungkin tidak akan bisa
memaafkan dirimu. Jika seseorang menyakitimu, kamu bisa melupakan sakitnya;
tetapi jika kamu menyakiti dia, kamu akan selalu ingat. Sebab, sesungguhnya
orang lain itu bagian diri kamu yang paling sensitif dalam tubuh lain.”
“Ketika kamu sampai pada akhir dari apa yang
kamu mesti ketahui, kamu akan berada pada awal dari apa yang kamu mesti
rasakan.”
“Seandainya
kamu hanya melihat apa yang ditampakkan oleh cahaya dan hanya mendengar apa
yang dibunyikan oleh suara, maka sebenarnya kamu tidak melihat dan mendengar
apapun.”
“Kita boleh saja berubah menurut musim, tetapi
musim tidak akan mengubah kita.”
“Dia yang memandang pada bayangan-bayangan
yang kecil dan dekat akan memperoleh kesulitan untuk melihat dan membedakan bayangan-bayangan
yang besar dan jauh.”
“Kemajuan
bukanlah karena memperbaiki apa yang telah kau lakukan, tapi mencapai apa yang
belum kau lakukan. “
“Seorang optimis memandang pada bunga mawar
saja, bukan pada durinya. Seorang pesimis merenungi duri, acuh tak acuh pada
bunganya. “
“Nilai manusia terletak pada apa yang
diciptakannya, bukan pada jumlah milik yang dikumpulkannya. “
“Seandainya aku mengisi diriku sendiri dengan
semua yang kamu ketahui, ruang apa yang harus aku miliki untuk menampung semua
yang tidak kamu ketahui? “
“Kita memilih kegembiraan-kegembiraan kita dan
kesedihan-kesedihan kita lama sebelum kita mengalaminya. “
“Jika kamu membuka rahasia-rahasiamu kepada
angin, kamu tidak boleh menyalahkan angin karena membuka rahasiamu kepada
pohon-pohon. “
“Kepercayaanmu kepada orang-orang dan
kesangsianmu mengenai mereka dekat hubungannya dengan kepercayaan dirimu dan
kesangsian dirimu. “
“Akal dan belajar itu seperti raga dan jiwa.
Tanpa raga, jiwa hanyalah udara hampa. Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa
makna. “
“Kamu
maju bukan dengan memperbaiki apa yang sudah terjadi melainkan menggapai ke
arah apa yang terjadi. “
“Didalam hutan belantara
tidak ada kepercayaan ataupun ketidakpercayaan yang mengerikan. Kicauan
burung-burung tidak pernah jelas sebagai pertanda Kebenaran, Kebahagiaan,
ataupun Kesedihan. “
Sekian dulu, masi banyak lagi kelanjutan dari syair-syair khalil yang ane tulis di blog slanjutnya, :D semoga bermanfaat buat pembaca
wassalammualaikum.......
0 komentar:
Posting Komentar